Pendekatan Biophilic Design dalam Perancangan Interior Community Space sebagai Lingkungan Pendukung Pemulihan Depresi
Abstract
Meningkatnya prevalensi depresi secara global maupun nasional menunjukkan urgensi penyediaan lingkungan pemulihan yang lebih holistik dan mudah diakses. Pendekatan layanan kesehatan mental yang masih didominasi aspek kuratif dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan pemulihan yang bersifat preventif, sosial, dan emosional. Di sisi lain, kualitas lingkungan fisik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan penerapan pendekatan biophilic design dalam perancangan interior community space sebagai lingkungan pendukung pemulihan depresi yang bersifat non-klinis, humanis, dan suportif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis konsep desain, dengan mengkaji elemen-elemen biophilic seperti pencahayaan alami, vegetasi, material alami, serta pola ruang yang terinspirasi dari alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen biophilic dalam pengolahan interior—meliputi warna, material, pencahayaan, sirkulasi, dan tata ruang—mampu menciptakan suasana yang menenangkan, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung kesejahteraan psikologis pengguna. Selain itu, perancangan community space yang mengakomodasi aktivitas interaksi sosial, relaksasi, dan ekspresi diri berpotensi menjadi alternatif ruang pemulihan depresi yang efektif. Dengan demikian, pendekatan biophilic design dapat menjadi strategi desain interior yang relevan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan mental secara komprehensif.
References
Ames, J., Bauerle, A., Lockhart, E., & Tran, C. (2024). The Lantern student hub: Designing a space for better mental health.
Carrea-Rivera, A., Ochoa, W., Larrinaga, F., & Lasa, G. (2022). How-to conduct a systematic literature review: A quick guide for computer science research. MethodsX, 9, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.mex.2022.101895[cite: 2]
Goel, K. (2025). Reimagining community healthcare centres spaces: Social and community design guidelines aimed at developing holistic well-being facilities.
Jahr, R. E. (2021). Cultures of place: Ethical design solutions for urban density.
Kurniawan, Y. C., & Surtiningtyas, S. R. (2024). Systematic literature review peran keterampilan kepemimpinan dalam organisasi bidang transportasi. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(3), 392-403. https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i3.420[cite: 2]
Payne, D. (2020). An interior design approach to improving mental health.
Saputra, A., & Ikasari, I. H. (2023). Systematic literature review: Analisis sistem informasi penjualan. JORAPI: Journal of Research and Publication Innovation, 1(3).[cite: 2]
Triandini, E., Jayanatha, S., Indrawan, A., Putra, G. W., & Iswara, B. (2019). Metode systematic literature review untuk identifikasi platform dan metode pengembangan sistem informasi di Indonesia. Indonesian Journal of Information Systems (IJIS), 1(2), 63-77. https://doi.org/10.24002/ijis.v1i2.1916[cite: 2]
Usip, E., Essien, E., & Ema, I. (2026). A review of biophilic architectural design strategies and their effects on human wellbeing in contemporary built environments.
Copyright (c) 2026 Doly Sinaga, Yunita Setyoningrum, Arnold Maximillian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)












