https://ojs.staira.ac.id/index.php/as-syamil/issue/feedAs-Syamil: Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-01-28T22:58:29+07:00Rizky Rinaldirizkyrinaldi055@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>As-Syamil: Jurnal Pengabdian Masyarakat </strong>merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal Deli Serdang.</p> <p><strong>As-Syamil: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen maupun Dosen yang berkolaborasi dengan mahasiswa sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi.</p> <p><strong>As-Syamil: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.</p>https://ojs.staira.ac.id/index.php/as-syamil/article/view/707Sosialisasi Good Attitude Sosialisasi Good Attitude Sejak Dini: Program Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan, Pembiasaan, dan Penguatan Positif2026-01-28T13:53:11+07:00Sasiska Auliasasiskaaulia66@gmail.comDwi Rahayusasiskaaulia66@gmail.comUmi Nirwanasasiskaaulia66@gmail.comSalsabila Nahdiasasiskaaulia66@gmail.comWidya Nadisa Putrisasiskaaulia66@gmail.comWinda Febriyanthi Rahayusasiskaaulia66@gmail.comMuhammad Alif Kilanasasiskaaulia66@gmail.comAnri Saputraandri.saputralubis92@gmail.com<p>Program sosialisasi sikap positif (good attitude) sejak dini merupakan investasi strategis dalam membentuk karakter dan perilaku anak yang akan berdampak jangka panjang terhadap perkembangan sosial dan emosional mereka. Penelitian ini mengkaji implementasi program sosialisasi good attitude yang dilaksanakan di SD Negeri 105335 Kebun Sayur, Desa Tanjung Morawa-B, Sumatera Utara, dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, penelitian ini menganalisis efektivitas berbagai metode sosialisasi meliputi keteladanan (modeling), pembiasaan (habituation), penguatan positif (positive reinforcement), dan diskusi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi terintegrasi yang melibatkan keluarga, sekolah, dan mahasiswa terbukti sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai esensial seperti empati, kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian. Pendidik menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran, sementara orang tua mulai menerapkan strategi pengasuhan positif di rumah. Observasi mengindikasikan perubahan perilaku positif yang nyata pada anak-anak, termasuk peningkatan empati, kemampuan berbagi, dan rasa tanggung jawab. Temuan ini konsisten dengan Teori Belajar Sosial Bandura yang menekankan pentingnya keteladanan dan penguatan, serta Teori Ekologis Bronfenbrenner yang menggarisbawahi perlunya pendekatan multisentris. Program ini menegaskan bahwa sosialisasi good attitude sejak dini memerlukan konsistensi, keteladanan, dan sinergi dari seluruh ekosistem anak untuk menghasilkan generasi yang berkarakter luhur.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Sasiska Aulia, Dwi Rahayu, Umi Nirwana, Salsabila Nahdia, Widya Nadisa Putri, Winda Febriyanthi Rahayu, Muhammad Alif Kilana, Anri Saputrahttps://ojs.staira.ac.id/index.php/as-syamil/article/view/705Peningkatan Kemampuan Praktik Wudhu dan Shalat Berjamaah Pada Anak Usia 9-10 Tahun Melalui Metode Habituasi di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa2026-01-28T15:32:07+07:00Ananda Bifhasya Erijaanandabifha@gmail.comFizrinur Putri Ginayaanandabifha@gmail.comFerizalferi.naluma05@gmail.comDinda Kartika Putrianandabifha@gmail.comMutiaraanandabifha@gmail.comAmanda Rahayuanandabifha@gmail.comAmelia Fatma Shikaanandabifha@gmail.com<p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik wudhu dan shalat berjamaah pada anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan habituasi (pembiasaan) yang meliputi ceramah, modeling, demonstrasi, dan praktik langsung secara berkelanjutan selama dua minggu. Kegiatan dilaksanakan melalui program bimbingan belajar di posko KKL dan praktik langsung di Masjid Baiturrahman. Peserta program berjumlah 25 anak yang memiliki antusiasme tinggi dalam melaksanakan ibadah berjamaah namun masih mengalami kesalahan dalam teknis pelaksanaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan anak dalam memahami urutan rukun wudhu, gerakan shalat yang benar, serta tata cara shalat berjamaah sesuai syariat Islam. Pada tahap awal, 68% anak melakukan kesalahan dalam membasuh anggota wudhu dan 72% kurang sempurna dalam gerakan rukuk dan sujud. Setelah program habituasi, tingkat kesalahan menurun drastis menjadi 8% untuk wudhu dan 12% untuk gerakan shalat. Program ini membuktikan bahwa metode habituasi berbasis pembelajaran interaktif efektif dalam membentuk keterampilan ibadah dan karakter religius anak sejak usia dini, serta berpotensi dikembangkan sebagai model pembinaan karakter di komunitas lain dengan kondisi serupa.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Ananda Bifhasya Erija, Fizrinur Putri Ginaya, Ferizal, Dinda Kartika Putri, Mutiara, Amanda Rahayu, Amelia Fatma Shikahttps://ojs.staira.ac.id/index.php/as-syamil/article/view/882Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa SD dalam Mengembangkan Dimensi Profil Lulusan2026-01-28T21:47:33+07:00Dian Anggerainidiananggeraini94@gmail.comKhairat Umamidiananggeraini94@gmail.comNurlailadiananggeraini94@gmail.comYunnajwa Hafizadiananggeraini94@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran kreatif di sekolah dasar, serta rendahnya integrasi pembelajaran kontekstual yang mendukung pengembangan dimensi Profil Lulusan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan siswa serta guru dalam mengolah barang bekas menjadi produk edukatif yang bernilai kreatif dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas sekaligus menumbuhkan dimensi Profil Lulusan, seperti kreatif, mandiri, dan bernalar kritis. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pengukuran awal (pre-test) menggunakan kuesioner sederhana untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep daur ulang dan kreativitas. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan produk dari barang bekas, serta evaluasi akhir (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan barang bekas, meningkatnya kreativitas yang ditunjukkan melalui variasi produk yang dihasilkan, serta tumbuhnya sikap peduli lingkungan. Selain itu, siswa mampu mengaitkan aktivitas kreatif dengan nilai-nilai Profil Lulusan. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa SD dan mendukung pengembangan dimensi Profil Lulusan melalui pembelajaran berbasis pemanfaatan barang bekas.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Dian Anggeraini, Khairat Umami, Nurlaila, Yunnajwa Hafizahttps://ojs.staira.ac.id/index.php/as-syamil/article/view/701Pelatihan Tata Cara Wudhu dan Shalat untuk Anak dan Remaja: Upaya Penguatan Pemahaman Ibadah dalam Kehidupan Sehari-hari2026-01-28T22:58:29+07:00Sumi Rahayurisdawantimunthe@gmail.comYulita Saririsdawantimunthe@gmail.comDwi Sapitririsdawantimunthe@gmail.comRisdawanti Muntherisdawantimunthe@gmail.comRizki Damai Fauzan Zairisdawantimunthe@gmail.comMuslim Alhabibirisdawantimunthe@gmail.comZikri Fatullah Basririsdawantimunthe@gmail.comHeri Munterisdawantimunthe@gmail.com<p>Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak serta remaja mengenai tata cara wudhu dan shalat yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, penguatan pendidikan ibadah sejak dini menjadi fundamental dalam membentuk karakter religius generasi muda. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Masjid Nurul Syuhada, Desa Sambirejo Timur, dengan melibatkan 11 peserta anak dan remaja. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktis, diskusi interaktif, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang rukun, syarat, dan tata cara wudhu serta shalat. Peserta memberikan respons positif terhadap metode pembelajaran yang digunakan, meskipun durasi pelaksanaan dirasa masih terbatas. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda yang memiliki dasar ibadah yang kuat, disiplin, dan kesadaran spiritual yang mendalam. Keberlanjutan program melalui pendampingan rutin dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat sangat direkomendasikan untuk mengoptimalkan dampak jangka panjang.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Sumi Rahayu, Yulita Sari, Dwi Sapitri, Risdawanti Munthe, Rizki Damai Fauzan Zai, Muslim Alhabibi, Zikri Fatullah Basri, Heri Munte