PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MINIM LITERASI DI TINGKAT SEKOLAH DASAR
Abstract
Minimnya kemampuan literasi dasar di tingkat sekolah dasar masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu akar masalahnya adalah belum optimalnya kompetensi pedagogis guru dalam mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik yang diamanatkan oleh Kurikulum Merdeka. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan program peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka yang berfokus pada penguatan literasi siswa sekolah dasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 30 guru sekolah dasar di Kecamatan X melalui tahapan: (1) analisis kebutuhan dan asesmen awal, (2) workshop penyusunan perangkat ajar berbasis literasi, (3) pendampingan praktik baik di kelas (peer teaching dan mentoring), serta (4) evaluasi hasil. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 78% dalam merancang modul ajar bermuatan literasi serta kemampuan mengadaptasi strategi membaca terbaca dan interaktif di kelas. Melalui optimalisasi Kurikulum Merdeka, guru terbukti mampu mengubah paradigma pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan kontekstual, sehingga berdampak positif pada peningkatan minat dan keterampilan literasi siswa.
References
Hadi, S., & Zulfikar, Z. (2023). Transformasi Pembelajaran Melalui Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7(2), 1420–1430.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.
Kurniawan, D., & Wijayanti, S. (2022). Optimalisasi Peran Guru Melalui Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi, 4(2), 115–123.
Mulyasa, E. (2023). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar: Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Prasetyo, A., & Wibowo, N. (2024). Penguatan Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPKM), 5(1), 112–120.
Pratama, R. A., Lestari, S., & Hidayat, M. (2023). Analisis Kesiapan Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Educatio: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 45–53.
Rahmawati, D., et al. (2021). Hambatan dan Tantangan Literasi Membaca di Sekolah Dasar: Studi Kasus di Wilayah Pedesaan. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar, 9(2), 88–97.
Suryaman, M. (2020). Orientasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Merdeka Belajar. Semiba: Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, 2(1), 12–20.
Susanto, A., et al. (2022). Pendampingan Penyusunan Perangkat Ajar Berdiferensiasi bagi Guru Sekolah Dasar. Jurnal Dinamika Pengabdian, 8(1), 30–42.
Zubaidah, S., & Lestari, N. (2024). Strategi Peningkatan Literasi Membaca dan Menulis Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi pada Jenjang Pendidikan Dasar. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(3), 205–214.
Copyright (c) 2026 Khairat Umami, Tuti Rezeki Alawiyah Siregar, Dian Anggeraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
