https://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/issue/feedIndonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies2026-05-19T18:41:03+07:00Rizky Rinaldirizkyrinaldi@staira.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS)</strong> E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230707462246214" target="_blank" rel="noopener">2988-7046</a> (Online - Elektronik) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM STAI Raudhatul Akmal dan di terbitkan 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November. <strong>Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS)</strong> sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi berbagai dimensi kehidupan. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Humaniora, Ilmu Sosial, Komunikasi, Teknik, dan Informatik serta Ilmu Pendidikan.</p>https://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/article/view/905Dampak Literasi Digital Terhadap Etika Komunikasi Islam di STAI Ibnu Rusyd2026-05-19T04:38:05+07:00Dessy Kurnia Mulyanidessykurnia053@gmail.comIra Santikaira819526@gmail.comIren Julianairenjuliana405@gmail.comAmalia Mustika Jannahmustikaamalia51@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak literasi digital terhadap etika komunikasi Islam mahasiswa di STAI Ibnu Rusyd Kotabumi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut setiap individu, khususnya kalangan akademisi, untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai etika komunikasi yang berlandaskan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah metode survei kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa tiga kelas di STAI Ibnu Rusyd Kotabumi yang berjumlah 74 orang, dan sampel diambil sebanyak 20 orang menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan 15 butir pernyataan yang meliputi tiga aspek: (1) literasi digital mahasiswa, (2) etika komunikasi Islam di media digital, dan (3) dampak literasi digital terhadap etika komunikasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor total responden adalah 63,10 dari skor maksimal 75, atau setara dengan 84,1% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Distribusi jawaban didominasi oleh pilihan Sangat Setuju (SS) sebesar 62,3% dan Setuju (S) sebesar 34,7%, menunjukkan bahwa literasi digital memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan etika komunikasi Islam mahasiswa STAI Ibnu Rusyd Kotabumi.</p>2026-05-17T23:38:11+07:00Copyright (c) 2026 Ira Santika, Iren Juliana, Amalia Mustika Jannahhttps://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/article/view/901Partisipasi Politik Mahasiswa Dalam Perspektif Islam di Era Digital2026-05-18T09:11:57+07:00Maulana Husenmaulanahusein412@gmail.comSyamzaimarsyamzaimar0774@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan dinamika partisipasi politik mahasiswa di era digital dengan meninjau prinsip-prinsip etika politik Islam. Di tengah pesatnya arus informasi di media sosial, mahasiswa menempati posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengawasi kebijakan publik melalui platform digital. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, partisipasi politik bukan sekadar hak sipil, melainkan bagian dari implementasi kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk menyuarakan keadilan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kejujuran (shiddiq), tanggung jawab (amanah), dan penyampaian informasi yang santun (tabligh) guna menghindari penyebaran hoaks dan polarisasi identitas. Digitalisasi memberikan ruang luas bagi aktivisme mahasiswa, namun tantangan berupa algoritma media sosial, ruang gema, dan pengawasan digital memerlukan literasi politik yang berbasis pada nilai-nilai spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi politik mahasiswa di era digital harus menjadi sarana ijtihad kontemporer untuk mewujudkan kemaslahatan umat di ruang publik virtual, yang dikonseptualisasikan dalam kerangka etis “Digital Taqwa”.</p>2026-05-18T09:11:57+07:00Copyright (c) 2026 Maulana Husen, Syamzaimarhttps://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/article/view/906Dari Krisis Makna ke Transformasi Sosial: Rekonstruksi Teologi sebagai Sistem Meaning-Making dalam Perspektif Logoterapi2026-05-19T04:30:41+07:00Nabila Nailul Farohnabilanailafarah8@gmail.comFabian Faqih Maulanafbyfhm@gmail.comSusi Rikesusirike911@gmail.comAli Hasan Siswantoalihasan_siswanto@uinkhas.ac.id<p>Artikel ini berangkat dari krisis fundamental dalam diskursus teologi kontemporer yang kehilangan daya transformasionalnya dalam merespons perubahan sosial dan krisis eksistensial manusia modern. Teologi cenderung direduksi menjadi sistem normatif-dogmatis yang terlepas dari pengalaman hidup, sehingga gagal menjawab problem utama manusia, yaitu krisis makna (<em>existential vacuum</em>). Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya integrasi antara teologi dan pendekatan psikologi eksistensial, khususnya dalam memahami teologi sebagai sumber <em>meaning-making</em> yang berimplikasi pada transformasi sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis psikologi humanistik–eksistensial melalui logoterapi Viktor Frankl, yang menekankan kehendak untuk makna (<em>will to meaning</em>) sebagai motivasi dasar manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kritis dengan pendekatan interdisipliner, melalui analisis hermeneutik dan konseptual terhadap literatur teologi dan psikologi eksistensial. Argumen utama artikel ini adalah bahwa krisis teologi pada hakikatnya merupakan krisis makna, sehingga rekonstruksi teologi sebagai sistem <em>meaning-making</em> menjadi prasyarat bagi terciptanya transformasi sosial yang autentik. Teologi perlu direposisi dari sekadar sistem kepercayaan menjadi sumber orientasi eksistensial yang mampu membentuk kesadaran, tindakan, dan struktur sosial. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada sintesis konseptual antara teologi dan logoterapi, pengembangan paradigma teologi berbasis makna, serta perumusan model masyarakat teologis yang berakar pada kesadaran eksistensial. Dengan demikian, teologi tidak hanya berfungsi sebagai wacana normatif, tetapi sebagai kekuatan transformatif dalam kehidupan sosial.</p>2026-05-19T04:30:41+07:00Copyright (c) 2026 Nabila Nailul Faroh, Fabian Faqih Maulana, Susi Rike, Ali Hasan Siswantohttps://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/article/view/908Hubungan Intensitas Mengakses Konten Dakwah di Tiktok dengan Tingkat Religiusitas Remaja TPA Al-Amin Sribasuki Lampung2026-05-19T18:41:03+07:00Muhammad Anwar Sanusimanwar050506@gmail.comDessy Kurnia Mulyanidessykurnia053@gmail.comBisma Rizky Auliabismarizkyaulia@gmail.comRahma Hidayantirahmahidayanti170@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mengakses konten dakwah di TikTok dengan tingkat religiusitas remaja di TPA Al-Amin Sribasuki, Lampung. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial TikTok sebagai platform dakwah Islam di kalangan generasi muda menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di TPA Al-Amin Sribasuki yang berjumlah 25 orang, dengan sampel 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas mengakses konten dakwah di TikTok dengan tingkat religiusitas remaja (r = 0,624; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi intensitas remaja dalam mengakses konten dakwah di TikTok, semakin tinggi pula tingkat religiusitasnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah berbasis media digital, khususnya di kalangan remaja.</p>2026-05-19T18:40:56+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Anwar Sanusi, Dessy Kurnia Mulyani, Bisma Rizky Aulia, Rahma Hidayanti