Dari Krisis Makna ke Transformasi Sosial: Rekonstruksi Teologi sebagai Sistem Meaning-Making dalam Perspektif Logoterapi

  • Nabila Nailul Faroh Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
  • Fabian Faqih Maulana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
  • Susi Rike Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
Keywords: Kata Kunci: Diskursus teologi; psikologi eksistensial; Victor Frankl.

Abstract

Artikel ini berangkat dari krisis fundamental dalam diskursus teologi kontemporer yang kehilangan daya transformasionalnya dalam merespons perubahan sosial dan krisis eksistensial manusia modern. Teologi cenderung direduksi menjadi sistem normatif-dogmatis yang terlepas dari pengalaman hidup, sehingga gagal menjawab problem utama manusia, yaitu krisis makna (existential vacuum). Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya integrasi antara teologi dan pendekatan psikologi eksistensial, khususnya dalam memahami teologi sebagai sumber meaning-making yang berimplikasi pada transformasi sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis psikologi humanistik–eksistensial melalui logoterapi Viktor Frankl, yang menekankan kehendak untuk makna (will to meaning) sebagai motivasi dasar manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kritis dengan pendekatan interdisipliner, melalui analisis hermeneutik dan konseptual terhadap literatur teologi dan psikologi eksistensial. Argumen utama artikel ini adalah bahwa krisis teologi pada hakikatnya merupakan krisis makna, sehingga rekonstruksi teologi sebagai sistem meaning-making menjadi prasyarat bagi terciptanya transformasi sosial yang autentik. Teologi perlu direposisi dari sekadar sistem kepercayaan menjadi sumber orientasi eksistensial yang mampu membentuk kesadaran, tindakan, dan struktur sosial. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada sintesis konseptual antara teologi dan logoterapi, pengembangan paradigma teologi berbasis makna, serta perumusan model masyarakat teologis yang berakar pada kesadaran eksistensial. Dengan demikian, teologi tidak hanya berfungsi sebagai wacana normatif, tetapi sebagai kekuatan transformatif dalam kehidupan sosial.

Author Biographies

Nabila Nailul Faroh, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah

Fabian Faqih Maulana, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah

Susi Rike, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah

Ali Hasan Siswanto, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah

References

Chan, W. C. H. (2024). Applying Logotherapy in Teaching Meaning in Life in Professional Training and Social Work Education. British Journal of Social Work, 54(1), 77–94. https://doi.org/10.1093/bjsw/bcad181

Hanandini, D. (2024). Social Transformation in Modern Society: A Literature Review on the Role of Technology in Social Interaction. Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi, 4(1), 82–95. https://doi.org/10.69989/j0m6cg84

Pratiwi, M. E., Tatiana, C., Atsniyah, L., & Setiowati, E. A. (2022). PENGALAMAN TERKAIT STRATEGI KOPING PEREMPUAN DENGAN HIV/AIDS YANG TERLIBAT DALAM PROGRAM MENULIS EKSPRESIF. Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 5(2), 68. https://doi.org/10.29103/jpt.v5i2.10424

Rahgozar, S., & Giménez-Llort, L. (2024). Design and effectiveness of an online group logotherapy intervention on the mental health of Iranian international students in European countries during the COVID-19 pandemic. Frontiers in Psychiatry, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1323774

Yurika, R. E. K. A. (2024). a Study of the Application of the Concept of Integration-. 13(1), 90–104.

Published
2026-05-19
How to Cite
Nabila Nailul Faroh, Fabian Faqih Maulana, Susi Rike, & Ali Hasan Siswanto. (2026). Dari Krisis Makna ke Transformasi Sosial: Rekonstruksi Teologi sebagai Sistem Meaning-Making dalam Perspektif Logoterapi. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 4(3), 132-137. https://doi.org/10.33151/ijomss.v4i3.906