Sistem Pakar Diagnosis Dini Gangguan Membaca pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Certainty Factor

  • Najwa Ajrina Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Firahmi Rizky Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Keywords: sistem pakar, gangguan membaca, certainty factor, disleksia, sekolah dasar

Abstract

Gangguan membaca pada anak sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang dapat menghambat perkembangan akademik dan berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan diri anak. Keterbatasan jumlah tenaga ahli seperti psikolog pendidikan serta proses identifikasi yang masih bersifat subjektif menyebabkan gangguan ini sering tidak terdeteksi secara dini. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Identifikasi Gangguan Membaca (SIBACA), yaitu sistem pakar berbasis web yang menerapkan metode Certainty Factor untuk mendukung diagnosis dini gangguan membaca pada anak sekolah dasar. Basis pengetahuan sistem terdiri atas 30 data gejala, 4 jenis gangguan membaca (Disleksia Fonologis, Disleksia Permukaan, Kesulitan Membaca Visual, dan Gangguan Pemahaman Membaca), serta 88 aturan relasi gejala-gangguan dengan nilai Measure of Belief (MB) yang ditetapkan bersama pakar. Sistem dibangun menggunakan PHP Native 8.1 dan MySQL, dan dirancang agar dapat diakses langsung tanpa proses pendaftaran akun oleh guru, orang tua, maupun psikolog pendidikan. Metode Certainty Factor digunakan untuk mengakomodasi ketidakpastian dalam proses diagnosis dengan mengombinasikan keyakinan pakar dan keyakinan pengguna terhadap gejala yang diamati. Hasil pengujian black box menunjukkan seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai rancangan kebutuhan fungsional. Hasil perhitungan Certainty Factor oleh sistem (CF = 0,9992) terbukti identik dengan hasil simulasi perhitungan manual. Sistem SIBACA diharapkan menjadi alat bantu deteksi dini yang efektif, objektif, dan mudah digunakan sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga profesional.

Author Biographies

Najwa Ajrina, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Firahmi Rizky, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

References

Ashidiqi, A. S., Widaningrum, I., & Karaman, J. (2023). Implementation of the Certainty Factor Method in the Expert System for Early Diagnosis of Dyslexia in Childhood. INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, 7(1). https://doi.org/10.29407/intensif.v7i1.19201

Buchanan, B. G., & Shortliffe, E. H. (1984). Rule-Based Expert Systems: The MYCIN Experiments of the Stanford Heuristic Programming Project. Addison-Wesley.

Giarratano, J. C., & Riley, G. D. (2005). Expert Systems: Principles and Programming (4th ed.). Thomson Course Technology.

Imelia B Sembiring, & Yohanni Syahra. (2026). Sistem Pakar dalam Diagnosis Gangguan Skizofrenia Menggunakan Metode Dempster-Shafer. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 4(4), 182-187. https://doi.org/10.33151/ijomss.v4i4.918

Kusrini. (2006). Sistem Pakar: Teori dan Aplikasi. Andi.

Lyon, G. R., Shaywitz, S. E., & Shaywitz, B. A. (2003). A definition of dyslexia. Annals of Dyslexia, 53(1), 1–14. https://doi.org/10.1007/s11881-003-0001-9

Manoppo, S., Waafiyah, H., & Desiani, A. (2025). Expert System Diagnosis Disleksia pada Anak Menggunakan Metode Certainty Factor. Technology and Informatics Insight Journal, 4(2), 63–73. https://doi.org/10.32639/khp7ya57

Maulina, D., & Wulanningsih, A. M. (2020). Metode Certainty Factor dalam penerapan sistem pakar diagnosa penyakit anak. JOISM: Journal of Information System Management, 1(2). https://doi.org/10.24076/joism.2020v2i1.171

Peterson, R. L., & Pennington, B. F. (2012). Developmental dyslexia. The Lancet, 379(9830), 1997–2007. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60198-6

Rizky, F., & Asari, S. (2025). Analisis dan implementasi metode Naïve Bayes dalam mendiagnosis status gizi balita untuk optimalisasi pemberian MPASI sebagai upaya pencegahan stunting. Syntax: Journal of Software Engineering, Computer Science and Information Technology, 6(2). https://doi.org/10.46576/syntax.v6i2.6496

Shortliffe, E. H. (1976). Computer-Based Medical Consultations: MYCIN. Elsevier.

Sipata, D. I., & Susilawati, I. (2025). Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Kecemasan Menggunakan Metode Certainty Factor. JEKIN: Jurnal Teknik Informatika, 5(2), 1007–1021. https://doi.org/10.58794/jekin.v5i2.1593

Snowling, M. J., & Hulme, C. (2012). Interventions for children's language and literacy difficulties. International Journal of Language & Communication Disorders, 47(1), 27–34. https://doi.org/10.1111/j.1460-6984.2011.00081.x

Sucipto, A., Fernando, Y., Borman, R. I., & Mahmuda, N. (2019). Penerapan Metode Certainty Factor pada Diagnosa Penyakit Saraf Tulang Belakang. Jurnal Ilmiah FIFO, 10(2), 18. https://doi.org/10.22441/fifo.2018.v10i2.002

Vellutino, F. R., Fletcher, J. M., Snowling, M. J., & Scanlon, D. M. (2004). Specific reading disability (dyslexia): What have we learned in the past four decades? Journal of Child Psychology and Psychiatry, 45(1), 2–40. https://doi.org/10.1046/j.0021-9630.2003.00305.x

Published
2026-09-30
How to Cite
Najwa Ajrina, & Firahmi Rizky. (2026). Sistem Pakar Diagnosis Dini Gangguan Membaca pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Certainty Factor. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 4(5), 365-372. https://doi.org/10.33151/ijomss.v4i5.1122