Rancang Bangun Sistem Identifikasi Integritas File Digital Menggunakan Metode Hash Untuk Keperluan Forensik IT

  • Luthfi Rahman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Rizaldy Khair Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Keywords: integritas file digital, metode hash, forensik digital, MD5, SHA-1, SHA-256, sistem berbasis web, verifikasi integritas.

Abstract

Perkembangan kejahatan siber yang semakin masif menyebabkan file digital rentan terhadap manipulasi dan pemalsuan tanpa meninggalkan jejak yang terlihat secara kasat mata. Dalam ranah forensik IT, keaslian dan integritas file digital merupakan syarat mutlak agar barang bukti dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Penelitian ini bertujuan membangun sistem berbasis web yang mampu mengidentifikasi integritas file digital secara otomatis menggunakan metode hash dengan mengintegrasikan tiga algoritma sekaligus, yaitu MD5, SHA-1, dan SHA-256. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen komputasional dengan model pengembangan sistem Waterfall. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python, framework Flask, dan basis data MySQL. Hasil penelitian berupa sistem yang mampu menghitung nilai hash dari file digital menggunakan ketiga algoritma secara simultan, menyimpan nilai hash sebagai referensi ke dalam basis data, membandingkan nilai hash secara otomatis, menampilkan status integritas file, serta menghasilkan laporan hasil verifikasi yang terdokumentasi. Pengujian menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan fungsional yang telah ditetapkan, dengan tingkat keberhasilan deteksi modifikasi file mencapai 100% pada seluruh skenario pengujian. Sistem ini diharapkan menjadi solusi teknis yang efektif bagi investigator digital dalam memverifikasi keaslian barang bukti file digital untuk keperluan forensik IT.

Author Biographies

Luthfi Rahman, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Rizaldy Khair, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

References

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (2023). Laporan Tahunan Keamanan Siber Indonesia 2023. Jakarta: BSSN. https://www.bssn.go.id

Carrier, B. (2005). File System Forensic Analysis. Addison-Wesley Professional.

Casey, E. (2011). Digital Evidence and Computer Crime: Forensic Science, Computers and the Internet (3rd ed.). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-374268-1.00001-9

Handoko, Santoso, B., dan Wibowo, A. (2022). Perbandingan performa algoritma hash MD5, SHA-1, dan SHA-256 dalam verifikasi integritas file. Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 8(2), 45–54. https://doi.org/10.30645/jiki.v8i2.187

Kang, J., dan Kim, H. (2022). Digital forensics investigation methodology applicable to social network services. IEEE Access, 10, 72490–72506. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2022.3189289

Nance, K., dan Horsman, G. (2021). Evidence integrity in digital forensic investigations. Forensic Science International: Digital Investigation, 36, 301086. https://doi.org/10.1016/j.fsidi.2021.301086

National Institute of Standards and Technology (NIST). (2012). FIPS PUB 180-4: Secure Hash Standard (SHS). U.S. Department of Commerce. https://doi.org/10.6028/NIST.FIPS.180-4

National Institute of Standards and Technology (NIST). (2015). FIPS PUB 180-4: Secure Hash Standard (SHS) (Revision). U.S. Department of Commerce. https://doi.org/10.6028/NIST.FIPS.180-4

Paar, C., dan Pelzl, J. (2010). Understanding Cryptography: A Textbook for Students and Practitioners. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-642-04101-3

Pratama, R., Kurniawan, A., dan Hidayat, T. (2023). Evaluasi performa algoritma hash dalam identifikasi integritas file pada sistem forensik digital berbasis web. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 9(1), 12–23. https://doi.org/10.25126/jtsi.2023.91.312

Pressman, R. S. (2010). Software Engineering: A Practitioner's Approach (7th ed.). McGraw-Hill.

Prayudi, Y., dan Ashari, A. (2022). Pengembangan sistem verifikasi integritas file digital berbasis web menggunakan algoritma hash. Jurnal Informatika, 16(1), 33–42. https://doi.org/10.26555/jifo.v16i1.a23541

Riadi, I., Umar, R., dan Bintoro, A. T. (2021). Analisis forensik digital pada bukti elektronik menggunakan metode hash MD5. Jurnal Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi, 5(3), 411–419. https://doi.org/10.29207/resti.v5i3.3177

Rivest, R. (1992). The MD5 Message-Digest Algorithm (RFC 1321). Internet Engineering Task Force. https://www.ietf.org/rfc/rfc1321.txt

Stallings, W. (2022). Cryptography and Network Security: Principles and Practice (8th ed.). Pearson.

Stevens, M., Bursztein, E., Karpman, P., Albertini, A., dan Markov, Y. (2017). The first collision for full SHA-1. Advances in Cryptology – CRYPTO 2017, Lecture Notes in Computer Science, 10401, 570–596. https://doi.org/10.1007/978-3-319-63688-7_19

Wang, X., dan Yu, H. (2005). How to break MD5 and other hash functions. Advances in Cryptology – EUROCRYPT 2005, Lecture Notes in Computer Science, 3494, 19–35. https://doi.org/10.1007/11426639_2

Yunanri, W., Budi, A., dan Harjono. (2021). Implementasi algoritma SHA-256 untuk keamanan data pada sistem informasi. Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, 9(2), 78–86. https://doi.org/10.24912/jiksi.v9i2.11234

Published
2026-09-23
How to Cite
Luthfi Rahman, & Rizaldy Khair. (2026). Rancang Bangun Sistem Identifikasi Integritas File Digital Menggunakan Metode Hash Untuk Keperluan Forensik IT. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 4(5), 295-305. https://doi.org/10.33151/ijomss.v4i5.1112